Jalan di sekitar bekas tol amblas dengan lebar patahan hingga delapan meter. Lebar patahan tersebut terus bertambah empat centimeter per bulan. Selama empat tahun silam, patahan ini mulai muncul beberapa bulan kemudian sejak peristiwa lumpur Lapindo.
Patahan muncul karena semburan lumpur terus keluar. Patahan tanah atau subsidence akibat semburan lmpur Lapindo masih terjadi di Kawasan Porong, Sidoarjo, hingga Jumat (16/4). Celakanya, patahan terus meluas hingga masuk bekas tol Porong.
Semburan lumpur menumpahkan 100 ribu meter kubir lumpur per hari. Akibatnya tanah di perut bumi berlubang. Hal ini sangat membahayakan, ditambah lagi gas-gas liar terus bermunculan di banyak titik di kawasan itu.
Lumpur Lapindo yang masih menyembur ini kita harapkan dapat segera berakhir. Lumpur dapat berhenti dan Sidoarjo aman dari segala marabahaya yang dapat disebabkan oleh lumpur ini.
Sumber : metronews/lh3Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”